Sekilas tentang Group Musik El Surayya

Seni musik dengan aliran qasidah atau dikenal juga dengan irama padang pasir sangat dipengaruhi oleh kebudayaan Arab dan India. Group ini menghimpun diri dalam sebuah wadah atau kelompok orkes musik yakni Orkes Musik El Suraya dari Kota Medan (1977-1990). Seni musik sebagai suatu peristiwa sejarah yang memerlukan penjelasan sebagai upaya menelusuri hal-hal (kondisi) yang ada sebelum suatu peristiwa terjadi atau bagaimana situasi berkembang sehingga terjadinya suatu peristiwa. Untuk itu akan dijelaskan apakah musik dalam kelompok orkes khususnya orkes musik El Suraya yang telah dipengaruhi oleh kebudayaan Arab dan India itu mengalami kemajuan atau bahkan kemunduran.
Orkes musik El Suraya adalah produk seni yang dibuat oleh seniman kota Medan sebagai wujud kreativitas. Meskipun karya seni musik aliran irama padang pasir ini awalnya tidak diperhitungkan sebagai kreativitas yang bisa menghasilkan keuntungan banyak tetapi akhirnya Orkes Musik El Suraya menjadi salah satu Orkes yang populer di kota Medan bahkan di Negara-negara tetangga seperti Malaysia, Brunei Darussalam, dan lain-lain tahun 1977. Prestasi yang membanggakan bagi kota Medan, bahwa kota Medan memiliki sebuah Orkes musik yang diakui kemahirannya dalam segi aransemen, syair, dan lagu-lagunya dalam peta permusikan di Malaysia, dan Brunei Darussalam. Peran serta para seniman berbakat sangat berpengaruh pada perkembangan Orkes-Orkes Musik yang ada di kota Medan pada zamannya. Tanpa penanganan kreatif dari seniman itu sendiri, Orkes-Orkes Musik di kota Medan tidak akan mampu bersaing dengan Orkes-Orkes Musik lain yang berada diluar kota Medan ataupun di luar Negara Indonesia. Penyajian lagu yang sederhana dan lirik-lirik lagu yang baik membuat Orkes Musik El Suraya memiliki nilai plus dibanding Orkes-Orkes Musik diluar kota Medan dan diluar Indonesia. Walaupun situasi perkembangan musik saat itu sedang hangat-hangatnya melawan pengaruh dari budaya Barat. Hal ini menunjukkan bahwa Orkes Musik El Suraya tidak begitu mendapat perhatian dari pemerintah setempat dan kurangya kesadaran masyarakat untuk mempelajarinya. Di tahun 1990 Orkes Musik El Suraya mengalami kemunduran karena kemunculan alat musik keyboard yang serba praktis, murah dan serba bisa untuk menghibur suatu acara. Perlahan tapi pasti, Orkes Musik El Suraya semakin pudar di pasaran dan akhirnya kota Medan harus merelakan Orkes-Orkes Musik pusat (Jakarta) bangkit dan meraih kembali menjadi pusat dari peta permusikan Indonesia dan dunia industri musik. Sumber : repository.usu.ac.id

Nasida Ria Seleksi Volume 6-10

Masih terngiang di telinga alunan syahdu album “Dunia dalam Berita” yang dibawakan Nasida Ria Group dalam volume 6 di samping ada beberapa album lainnya dalam album yang sama. Postingan kali ini kami tampilkan kembali 14 tembang hasil seleksi dari volume 6 sampai dengan 10, mudah-mudahan membawa kebahagiaan tersendiri bagi Anda setelah mendownload semua album ini.
01 Asyik Santai
02 Dunia Dalam Berita
03 Habibi
04 Oh Indonesiaku
05 Masya ALLAH
06 Khitanan
07 Anak Yang Shaleh
08 Air Zamzam
09 Lingkungan Hidup
10 Ingat Hari Depan
11 Wartawan Ratu Dunia
12 Masjid Tua
13 Abad Modern
14 Bersuka Ria

Nasida Ria Seleksi Vol 16-20

Penggemar Qasidah yang dimuliakan Allah !
Tidak bosan-bosannya kami selalu menghadirkan kepada anda semua tembang-tembang qasidah khususnya “Qasidah Modern” yang pada kesempatan ini kami hadirkan Album seleksi Volume 16 sd. 20 alunan syahdu Nasida Ria Group. Selamat mendowload, jika ada persoalan, laporkan kepada kami, Insya Allah akan kami selesaikan secara adat bersendikan syara’.
01 Dimana Mana Dosa
02 Syurga Ditelapak Kaki Ibu
03 Bersyukurlah
04 Masih Banyak Yang Halal
05 Keadilan
06 Maafkan Anakku
07 Manusia Seutuhnya
08 Pedoman Hidup
09 Dunia Semakin Panas
10 Cita Cita Si Miskin
11 Insan Dan Iman
12 Makin Banyak Orang Lupa
13 Di Padang Arafah
14 Lama Lama Sadar