Tampilkan postingan dengan label Nur Asiah Djamil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nur Asiah Djamil. Tampilkan semua postingan

Sebuah Kegembiraan Berkat Silaturahmi

Di bulan suci ramadhan yang penuh bekat ini, ingin kami mencurahkan sedikit rasa gembira karena berhasil menemukan empat buah lagu dari album "Ingin Selamat" karya monumental Dra. Hj. Nur Asiah Djamil. Keempat tembang tersebut murni adalah sumbangan seorang teman/ikhwan/saudara bernama Fadhly AS. 
Jalinan silaturrahmi ini dimulai dari sebuah postingan di blog ini dengan judul "Kenangan Yang Tersisa" lalu saudara Fadhly AS menulis komentar yang isinya mempunyai lagu yang banyak dicari penggemar yaitu "ingin selamat" dan menanyakan bagaimana supaya lagu tersebut dapat dimuat di blog ini. Menanggapi maksud mulia saudara kita tersebut, kami menjawab supaya dikirim saja ke alamat email kami. Alhamdulillah, setelah melalukan kontak melalui email, yang semula lagunya hanya dua judul ditambah dua judul lagi yaitu Bimbingan Agama dan Waktu Berharga.

Khusus tembang "INGIN SELAMAT" dan "WAHAI BUNGA" karena sangat terkesan, di samping kami tampilkan link downloadnya juga kami hadirkan teks lagunya supaya dapat dimiliki oleh pengemar. 


Selamat bernostalgia, semoga menjadi hiburan segar di bulan puasa.

1. INGIN SELAMAT      Teks Lagu     Download MP3
2. WAHAI BUNGA        Teks Lagu     Download Mp3
3. WAKTU BERHARGA     Download Mp3
4. BIMBINGAN AGAMA    Download Mp3


Terima kasih atas kunjungan Anda.


Dra. Hj Nur Asiah Djamil: CIPTAKAN RATUSAN LAGU NASYID


Di kalangan masyarakat Sumatera Utara, terutama Medan, ia dikenal sebagai penceramah agama, qariah, penyanyi qasidah, dan dosen. Bahkan, perempuan berusia 64 tahun ini termasuk perintis kelompok nasyid di wilayahnya. Sudah ratusan lagu dan kaset yang ia hasilkan.

Berikut petikan wanwancara Debbi Safinaz dengan Hj. Nur Asiah Jamil yang dilakukan sekitar tahun 2002.

Apa kegiatan Anda sekarang?

Berdakwah dan memenuhi undangan menyanyi. Selain itu, saya terus mengajar, terutama untuk kelas Taman Pembacaan Al Quran (TPA). Kebetulan saya punya Yayasan Perguruan Al Quran Nurul Asiah yang terletak di depan rumah saya.

Saya juga mengajar di Fakultas Ushuluddin IAIN Sumut. Jadi, saya tugas rangkap baik sebagai qariah, artis qasidah, dan berceramah. Selain itu, saya sering jadi juri Festival Nasyid dan Dewan Hakim MTQ tingkat Provinsi.

Bisa diceritakan perjalanan Anda sampai bisa seperti sekarang?

Kalau nama saya sampai dikenal, sebenarnya itu berkat kakak sulung saya. Dia sekolah di Medan belajar Al Quran pada seorang guru, Setiap pulang ke desa kami Desa Kotarih, Galang, Kabupaten Deli Serdang, saya dengar dia mengaji. Mendengar Kakak mengalunkan ayat-ayat suci Al Quran, saya jadi tertarik. 

Saat umur 4 tahun itu, saya sudah belajar ngaji dan bisa membaca Al Quran. Lalu, umur 8 tahun saya sudah beberapa kali katam Al Quran. Saya memang hobi baca Al Quran. Ketika kami sekeluarga pindah ke Medan, saya meneruskan belajar Al Quran.

Usia berapa Anda bisa menghafal Al Quran?

Memang agak lama, ya. Saya baru hafal menginjak usia 21 tahun. Itu pun setelah tiga tahun menghafal. Sebulan, saya bisa katam Al Quran sebanyak 3 - 4 kali. Selesai salat, saya bisa selesai 2 - 3 juz. Selain baca Al Quran, saya mulai jadi penyanyi qasidah. Akhirnya, antara baca Al Quran dan nyanyi qasidah berjalan bersamaan.

Bagaimana ceritanya Anda menggeluti qasidah?

Dulu, sih, namanya nasyid ya. Nasyid, kan, hanya pakai rebana. Sedangkan qasidah memakai hampir semua alat musik. Suatu saat, sepupu saya mengajak saya belajar nasyid. Dia bilang, suara saya bagus. Kami pun rajin latihan. Kebetulan, guru di kursus nasyid itu rata-rata guru madrasah yang sering bermalam di surau milik ayah saya di kampung.

Wah, bakat menyanyi Anda kian terasah, dong?

Saya termasuk andalan di kelompok orkes El Suraya yang dipimpin oleh mendiang H. Ahmad Baki. Maklum, saya satu-satunya penyanyi wanita. Selama sepuluh tahun bergabung di sana, kami sering diundang ke mana-mana. Baik di dalam maupun luar negeri.

Lantaran giat menyanyi, apakah kegiatan baca Al Quran Anda tinggalkan?

Oh tidak. Tahun 1964 saya ikut MTQ tingkat dewasa di Sumut dan berhasil meraih juara pertama. Memang ada, sih, yang bertanya, saya ini penyanyi atau qariah? Soalnya, dua kegiatan ini saya lakukan berbarengan. Belakangan ini, saya sering juga diundang sebagai penceramah.

Di masa itu, Anda termasuk laris sebagai penyanyi nasyid dan qariah?

Alhamdulillah. Pada tahun 60-an, sehari saya bisa memenuhi undangan di 18 tempat. Tentu saja masing-masing, tempatnya enggak berjauhan ya. Masing-masing enam kegiatan di pagi, siang, dan malam.
Kala itu, undangan benar-benar menunggu saya. Saya tampil jadi qariah maupun penyanyi. Honor yang saya dapat dari berbagai acara itu saya tabung. Hasilnya, tahun 1968, saya bisa membangun madrasah yang saya beri nama Yayasan Perguruan Al Quran Nurul Asiah. Bersamaan itu pula saya mendirikan grup nasyid. Di yayasan ini, mulai anak-anak sampai nenek-nenek bergabung untuk latihan nasyid. 

Sudah ke mana saja Anda dan kelompok nasyid Anda manggung?

Saya sudah tampil mulai dari Sabang sampai Merauke. Apalagi, saat awal kelompok kami dikenal orang. Banyak yang mengatakan, kami adalah kelompk nasyid Medan yang sedang tumbuh. Biasanya, saat memenuhi uindangan ke satu provinsi, kami keliling sampai sebulan penuh. Saat tampil di Aceh, Padang, Riau, dan kota-kota lainnya, kami tampil sampai di kota kecamatan dan desa-desa. Pokoknya, tiap hari sambung-menyambung tak putus-putus. Selain itu, kami pernah keliling di seluruh negara ASEAN.
 
Tentu banyak suka dan duka yang Anda alami?

Wah, enggak ada dukanya. Sungguh membahagiakan lagu-lagu kami diterima baik pendengar. Bahkan, begitu datang kami langsung disambut dengan baik. Saya amat bahagia. Artinya, apa yang yang saya kerjakan ini mendapat rida dari-Nya.

Lagu siapa yang biasa Anda nyanyikan?

Saya mencipta lagu sendiri. Memang harus begitu. Waktu itu, penyanyi nasyid saja masih langka apalagi penciptanya. Mau tak mau, saya yang menciptakan semua lagu yang dibawakan kelompok nasyid saya. Sampai sekarang sudah 500 lebih lagi saya ciptakan.
Saya ingat, lagu ciptaan saya yang pertama berjudul Belajar di Waktu Kecil. Orang suka mendengarkan syair yang katanya menyejukkan itu. Itu sebabnya, saya makin sering diundang sebagai penceramah. Jadilah saya berceramah, baca Al Quran, dan bernyanyi.

Sampai di mana kepopuleran lagu-lagu nasyid ciptaan Anda?

Lagu-lagu ini mencapai puncaknya ketika saya diajak rekaman lagu dakwah dan 30 juz Al Quran di Musica Studio, Jakarta. Setelah itu, saya rekaman lagi di tujuh studio Jakarta tahun 70-an. Saya menyambut baik ajakan ini. Saya ingin agar lagu bernuansa Islami lebih memasyarakat di tengah-tengah muslim. Waktu itu, jadwal rekaman saya sangat ketat. Tapi, saya sangat menikmatinya. Dalam setahun saya bisa dikontrak 3 - 4 kali.

Apakah kaset Anda digemari masyarakat?

Alhamdulillah, album Panggilan Haji yang saya ciptakan ketika menunaikan haji laku 100 ribu. Masa itu, angka sekian sudah termasuk laku keras, hingga meraih Golden Record. Lagu ini sering diperdengaran di atas menara masjid. Bila ditotal, hingga kini saya sudah menghasilkan 65 kaset bacaan Al Quran 30 juz dan 100 kaset qasidah.

Kaset Anda sudah dipasarkan ke mana saja?

Sebenarnya saya ingin mengedarkannya ke seluruh Indonesia. Tapi, saya takut karena begitu cepatnya kaset saya ini dibajak orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Buktinya, sehari saja kaset saya beredar, besoknya sudah ada yang membajaknya. Misalnya saja album Panggilan Kabah dan Ya Robbi Barik. Kaset ini sudah tersebar di Indonesia dan Malaysia.

Apa yang membahagiakan Anda selama melakoni profesi Anda?

Oh banyak. Salah satunya yang membuat saya terharu, selama ini kalau ada perlombaan nasyid, lagu wajibnya selalu ciptaan saya. Mungkin itu yang membuat banyak orang mengatakan, saya pencetus nasyid.

Sebenarnya susah enggak, sih, jadi penyanyi nasyid?

Kalau ada kemauan, semua itu enggak susah dikerjakan. Oh ya, seieing perjalanan waktu, saya juga mendirikan kelompok qasidah dengan alat musik yang lengkap. Kelompok qasidah saya terdiri dari delapan orang. Setiap anggota saya punya keterampilan memainkan alat musik. Ada yang pegang gitar, biola, drum, dan keyboard.

Bagaimana perkembangan musik qasidah sekarang ini?

Sampai sekarang kelompok saya masih sering dapat undangan pentas. Terutama pada hari-hari besar Islam, syukuran, atau hajatan perkawinan. Dalam sebulan, setidaknya kami tampil sekai. Hanya pada waktu Ramadhan sekarang kami stop nyanyi dulu. Tapi, untuk ceramah jalan terus. 
Demi memenuhi keinginan masyarakat, sekarang kami tidak hanya menyanyikan lagu qasidah. Kami juga menyanyikan lagu daerah, pop, bahkan dangdut. Namun, kami tetap menjaga penampilan. Yaitu harus sopan dan bersahaja. Boleh nyanyi dangdut, tapi enggak perlu goyang. Sampai sekarang, personel kelompok kami semuanya perempuan. Bukan apa-apa, kami ingin grup kami khas perempuan.

Berapa tarif kelompok Anda?

Kalau nyanyi nasyid, tanpa alat musik, tarifnya Rp 700 ribu. namun, kalau lengkap dengan alat musik harganya tentu lebih mahal. Sebagai contoh untuk Kuala Simpang, kami pasang harga Rp 6 juta. Tapi, kalau sampai Padang, bisa mencapai Rp 16 juta. Itu sudah termasuk ongkos transpor.

Apakah anak-anak mengikuti jejak Anda?

Saya punya empat anak Mabudin Nasyiri S. Sos (25), Ubbol Hairi, AMD, Ridho Alawiyah (20) kuliah di FKIP UISU jurusan Bahasa, dan Rihla Rizky (19) yang menuntut ilmu di Fakultas Teknik Mobil UISU. Di antara mereka, hanya Ridho yang mengikuti jejak saya menyanyi qasidah. Saya enggak maksa, lho. Oh ya, suami saya H. Fayakun Nawi, S.H., semasa hidupnya jadi seorang pengacara dan pernah menjadi dekan Fakultas Hukum UMSU. Dia meninggal awal tahun 2001.

Saat senggang apa kegiatan Anda?

Selain sibuk sehari-hari menyiapkan untuk kebutuhan keluarga, saya sibuk "merenovasi" pakaian-pakaian saya yang sudah kekecilan. Busana saya, kan, masih banyak yang bagus. Dari pada dibuang lebih baik diperbaiki lagi.

Penghargaan:
- Juara I MTQ tingkat Provinsi Sumut
- Juara I tingkat Nasional MTQ di Banjarmasin
- Jjuara II MTQ Tingkat Internasional di Malaysia
- Juara I MTQ
Tingkat Internasional di Arab Saudi
- Beberapa penghargaan lain yang diadakan organisasi-organisasi Islam.


Kegiatan
- Tahun 1996 - 2002 : Mengasuh siaran belajar membaca Al Quran di RRI Nusantara I Medan.
- Tahun 1967 - 2002 : PNS Departemen Agama.
- Tahun 1968 - 2002 : Memimpin Yayasan dan Kepala Sekolah Nurul Asiah.
- Tahun 1995 - 2002 : Dosen Fakultas Ushuluddin IAIN Sumut .
- Tahun 1995 - 2002: Memimpin grup musik wanita “Nada Sahara”. 





Sumber : http://nostalgia.tabloidnova.com/articles.asp?id=1152



 

Teks Lagu "PUASA" Album Nur Asiah Djamil Era 70-an

Di sela-sela kesibukan sehari-hari kami menyempatkan menuliskan syair dari lagu-lagu yang pernah kami upload di sini yaitu Album Nur Asiah Djamil Era 70-an. Album ini sebenarnya merupakan kontribusi seorang akhawat yang berasal dari Madura melalui blognya. Tembang-tembang dalam album ini merupakan tembang-tembang klasik yang asli di bawah judul "ISRAK dan MI'RAJ" sehingga ada sebagian lagu yang seperti kurang nyaman dinikmati, namun apa hendak dikata, memang aslinya saja sudah begitu adanya.

Penulisan syair lagu-lagu ini merupakan jawaban dari banyak sekali yang meminta supaya diupload teks (syair) dari tembang-tembang yang ada di dalam blog ini. Namun karena kesibukan jua yang membatasi, untuk kali ini baru sempat kami mengetik syair dari Album Nur Asiah Djamil Era 70-an.
Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya, jika tidak dapat memenuhi permintaan sebagian penggemar blog ini yang mengharapkan dituliskan juga partitur dari lagu-lagu tersebut. Hal ini rasanya sangat tidak mungkin kami lakukan, sebab membuat partitur dari sebuah lagu membutuhkan ilmu khusus yang hanya dimiliki oleh pencipta lagu, dan kami sangat awam akan hal tersebut. Sebagai muslim yang sejati, kedatangan dan kehadiran Ramadhan yang mulia pada setiap tahun merupakan sesuatu yang amat membahagiakan. Betapa tidak, dengan menunaikan ibadah Ramadhan, amat banyak keuntungan yang akan diperoleh, baik untuk kehidupan di dunia maupun di akhirat kelak. Di sinilah letak pentingnya bagi kita untuk membuka tabir rahasia puasa sebagai salah satu bagian terpenting dari ibadah Ramadhan. Tembang ini menguak sebagian dari tabir tersebut. Anda tentu telah mendownload tembangnya, maka silahkan mengikuti lagu ini dengan menggunakan teksnya. P U A S A
Hjh. Nur Asiah Djamil, dkk Lama Putar : 11 : 06 : 333 menit SEDANGKAN SYAIR LAGU LAINNYA DALAM ALBUM INI ADALAH: 
4. Pesanku 
6. Taqwa 

Album Nur Asiah Djamil Era 70-an

Postingan kali ini, kami hadirkan satu album yang dibawakan oleh yang mulia Hajjah Nur Asiah Djamil bersama groupnya. Sebarkan musik ini ke seantero dunia, demi bangkitnya kembali penggemar musik gambus yang lebih banyak.Album ini kalau tidak salah diluncurkan pada tahun 1976, di mana saat itu kami mendengarkannya melalui RRI Medan, RRI Padang, Radio Malaysia.
Hampir semua lagu ini merupakan konstribusi seorang akhawat yang barada di Pulau Madura Jawa Timur. Terima kasih PuteraDumajah atas kontribusinya, Inilah tembang-tembang kenangan tersebut:

ALBUM RASUL PILIHAN NUR ASIAH DJAMIL

Untuk memenuhi hajat banyak penggemar akan lagu-lagu Ciptaan Ibunda yang mulia Dra. Hj. Nur Asiah Djamil, kami menggubah kaset ini ke bentuk MP3 supaya dapat dimanfaatkan oleh kita semua. Semua tembang dalam album ini merupakan ciptaannya sendiri dan dengan suara emas bersama groupnya, melantunkan syair-syair Dakwah yang antara lain berjudul “Rasul Pilihan”, “Semut Hitam”, “Ambisi” dan lain-lain.
Kami persilahkan Anda menikmatinya sendiri dengan meng”unggah” lagu-lagu berikut:
1. Rasul Pilihan
2. Romantika Hidup
3. Semut Hitam
4. Menepuk Air Didulang
5. Ambisi
6. Ya Syababal Bilad
7. Tanya Jawab
8. Lebah
9. Tebak-Tebakan

TUNTUNAN HAJI NUR ASIAH DJAMIL

Kaum Muslimin / Muslimat para pencinta musik berirama Padang Pasir yang budiman, tentu tidak asing lagi bagi kita menganal seorang tokoh wanita karier, sebagai seniwati Islam yaitu Ibunda Dra. Hj. Nur Asiah Djamil --- semoga Allah memberikan rahmat dan karunia kepada beliau--. Telah berhasil menciptakan syair dan lagu dakwah sebanyak 700 tembang lebih sejak masa menggunakan rebana sampai saat ini dengan alat musik dan studio rekaman yang serba canggih. Di samping itu beliau juga pernah menjadi Qariah terbaik Internasional di zamannya.

Kali ini dalam albumnya yang terbaru, beliau mengajak kita untuk menikmati hasil karya mengenai “Tuntunan Ibadah Haji Tamattuk”. Melalui nada dan irama yang disuarakannya sendiri bersama groupnya menampilkan 11 tembang hasil musik aransemen Syafei Hs. Semoga ada manfaatnya bagi kita yang belum dan akan pergi ke tanah suci yang mulia untuk menunaikan rukun Islam.
Silahkan download sendiri pada link berikut: 

Panggilan Haji Vocal Nur Asiah Djamil

Album Nur Asiah Djamil ini sebenarnya sudah lama dapat di download, namun karena kesibukan sehingga lupa kami buat link downloadnya di sini. Mohon ma'af atas keterlambatan penampilan link download Album ini.
Umumnya lagu-lagu yang ada dalam kaset ini sudah pernah kami tampilkan di blog ini, namun ada sebuah lagu baru yang belum pernah ada yaitu "MUSAFIR". Selamat mendownload, dan inilah linknya !


Terima kasih atas kunjungan Anda !

Hj. Nur Asiah Djamil

Biduanita yang meroket namanya di belantika musik qasidahan di tahun 80-an banyak sekali menghasilkan album, baik yang diiringin group musik Al-Barkah, Al-Wathan maupun El-Surayya. Siapa lagi kalau bukan Hajjah Nur Asiah Djamil. Kami hadirkan kembali tembang-tembang "mangat" alias enak satu kaset lagu-lagu yang dibawakan bersama groupnya. Kesyahduan lantuanan suaranya membuat kami tergugah meng-upload lagu-lagu ini dan memberikan sharing dowload gratis kepada Anda.
   
1. Ibda' Binafsik  
2. Demi Masa  
3. Fajar Menyinsing 
 4. Menuntut Ilmu  
5. Babussalam 
 6. Ash-Shalatu 'alan Nabi 
7. Lebah  
8. Adikku Sayang

TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA ............!

Dra. Hjh. Nur Asiah Djamil

Kesyahduan dan penuh maknanya tembang-tembang Irama Gambus lantunan Dra. Hj. Nur Asiah Djamil mempunyai hikmah tersendiri bagi banyak orang. Biduanita yang sangat terkenal di belantika musik irama gambus ini berasal dari Medan, Sumatera Utara, Indonesia. Lagu-lagunya tidak saja digandrungi di Sumatera, Pulau Jawa, Kalimantan bahkan juga di luar negeri seperti Malaysia, Brunei dan Thailand Selatan.
Lagu penuh hikmah, penyadaran dan ilmu pengetahuan ini banyak mendapat sambutan dari penggemarnya, bahkan pengguna blog ini selalu menantikan kehadiran posting baru album-albumnya. Namun karena keterbatasan, apa yang kami punyai sudah kami hadirkan dalam blog ini. Berikut ini kami hadirkan beberapa lagu berirama Padang Pasir (gambus) yang dilantunkan oleh Dra. Hajjah Nur Asiah Djamil....... diiringi musik klasik bersama groupnya atau murid-muridnya. Beliau juga seorang qari'ah terbaik tingkat Nasional, namun kami belum menemukan kasetnya.
Nikmati alunan syahdu beliau dalam lagu-lagu berikut:


Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya karena semula postingan ini berisi 21 tembang dari Dra. Hj. Nur Asiah Djamil, namun karena terjadi sesuatu di www.4shared.com sebagian lagu terhapus sehingga tidak dapat di download. Insya Allah ke depan lagu-lagu yang telah terhapus di 4shared.com dapat kami upload kembali.